Gosip

Oknum Aparat Cium dan Peluk Suderajat Penjual Es Kue Jadul demi Meminta Maaf

28 Januari 2026 | 20:09 WIB
Oknum Aparat Cium dan Peluk Suderajat Penjual Es Kue Jadul demi Meminta Maaf
Dua aparat meminta maaf langsung dengan memeluk dan mencium tangan penjual es gabus yang sebelumnya mereka tuduh pakai spons dan aniaya. [TikTok]

Setelah gelombang protes publik, akhirnya dua aparat yang terlibat dalam insiden penganiayaan terhadap penjual es kue jadul, Suderajat (49), melakukan permintaan maaf secara langsung.

rb-1

Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo menemui Suderajat di mushala tempatnya biasa berjualan di Bojonggede, Bogor, pada Selasa (27/1/2026) malam.

Baca Juga: Link Mutiara 13 Menit 27 Detik Misterius, Apa Isi Videonya?

rb-2

Dalam pertemuan tertutup tersebut, kedua aparat menyampaikan permohonan maaf atas tuduhan penggunaan spons dalam es gabusnya dan perlakuan kasar yang dialami Suderajat di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/1) lalu.

Dua oknum aparat meminta maaf kepada Suderajat penjual es kue jadul. [TikTok]Dua oknum aparat meminta maaf kepada Suderajat penjual es kue jadul. [TikTok]

Mereka mengakui kesalahan dan menekankan bahwa tindakan mereka tidak didasari niat sengaja untuk melukai.

Baca Juga: Nasib Miris Pedagang Es Kue Jadul, Semula Dikira Spon Ternyata Aparat Salah Tuduh

“Tidak ada niat sengaja untuk melukai Bapak dan Ibu,” ujar perwakilan aparat, seperti dalam video yang viral di TikTok. 

Pertemuan itu diakhiri dengan rekonsiliasi simbolis. Kedua aparat memeluk Suderajat dan menunjukkan rasa hormat dengan mencium tangan pria yang lebih tua tersebut.

Sebuah foto bersama kemudian diambil, yang dimaksudkan sebagai bukti bahwa Suderajat telah memaafkan dan tidak akan mempermasalahkan kejadian itu di kemudian hari.

Permintaan maaf ini nampaknya dilakukan untuk mencoba menutup dua masalah. Pertama, adalah tuduhan tidak berdasar bahwa es gabus buatan Suderajat terbuat dari spons atau busa Polyurethane (PU Foam), yang telah dipatahkan oleh hasil pemeriksaan laboratorium Polda Metro Jaya yang menyatakan produknya aman dan layak konsumsi.

Dua oknum aparat meminta maaf kepada Suderajat penjual es kue jadul. [TikTok]Dua oknum aparat meminta maaf kepada Suderajat penjual es kue jadul. [TikTok]

Kedua, dan yang lebih serius, adalah pengakuan Suderajat sendiri bahwa ia mengalami penganiayaan fisik selama interogasi, seperti ditonjok, disabet selang, ditendang, dan diancam diminumi air comberan. Permintaan maaf malam itu secara implisit juga mengakui keberadaan pelanggaran prosedur dan kekerasan tersebut.

Meski langkah permintaan maaf langsung ini dianggap lebih baik daripada diam, namun publik masih mempertanyakan keadilan prosedural.

Banyak warganet mempertanyakan apakah permintaan maaf secara personal, yang diakhiri dengan kesepakatan untuk tidak mempermasalahkan ke depannya, sudah cukup untuk menyelesaikan kasus yang melibatkan dugaan pelanggaran disiplin militer dan pidana penganiayaan.

Pertanyaan besar masih menggantung: Apakah permintaan maaf ini bagian dari penyelesaian hukum yang transparan, atau sekadar upaya meredam kemarahan publik? Apakah institusi Polri dan TNI akan melakukan proses internal untuk menindak tegas personel yang terlibat sesuai dengan aturan disiplin, terlepas dari telah dimaafkannya mereka oleh korban?

Tag es kue jadul es kue Viral