Music

Link MV No Na yang Diejek K-Netz Karena Syuting di Sawah, Sekarang Full Dukungan SEAblings

13 Februari 2026 | 12:14 WIB
Link MV No Na yang Diejek K-Netz Karena Syuting di Sawah, Sekarang Full Dukungan SEAblings
No Na di MV 'Shoot'. (YouTube)

Grup vokal No Na mendadak jadi buah bibir di media sosial setelah terseret dalam konflik panas antara netizen Korea Selatan (K-Netz) dan Asia Tenggara. Popularitas mereka meroket secara tak terduga setelah video musik debut mereka yang berjudul "Shoot" menjadi pusat perhatian global.

rb-1

Video musik No Na tersebut mendapatkan sorotan tajam karena menggunakan latar keindahan alam berupa area persawahan hijau yang sangat asri. Sayangnya, pilihan lokasi ini justru memicu cibiran dari warganet Korea Selatan yang menganggap produksi tersebut berbiaya rendah dan tidak bermodal.

“Lucu sekali melihat mereka syuting di sawah karena tidak ada biaya untuk menyewa studio,” tulis seorang pengguna media sosial asal Korea Selatan yang memicu kemarahan publik. 

Baca Juga: Solidaritas SEAblings! Kronologi Huru-hara Netizen Korea vs Asia Tenggara Memanas

rb-2

Mereka bahkan melontarkan ejekan bernada rasis dengan menanyakan apakah para anggota sedang dalam perjalanan untuk menanam bibit padi.

Bukannya terpuruk akibat hinaan tersebut, No Na justru mendapatkan gelombang dukungan luar biasa dari para penggemar di wilayah Asia Tenggara yang menjuluki diri mereka "SEAblings". Kolom komentar di kanal YouTube No Na kini dipenuhi oleh pesan solidaritas dari netizen berbagai negara yang merasa terhina oleh stereotip tersebut.

Baca Juga: Kumpulan Komentar Asbun Netizen SEAblings dalam Konflik Lawan K-Netz di X

“Saya dari Vietnam, mari kita sesama warga Asia Tenggara bersatu dan menghapuskan prasangka bodoh ini,” tulis seorang netizen Vietnam dalam kolom komentar video "Shoot". Ia menambahkan bahwa netizen yang menghina sama sekali tidak tahu tentang keunikan wilayah kita namun memiliki keberanian untuk berbicara kasar.

Dukungan SEA-netz di MV Shoot milik No Na.Dukungan SEA-netz di MV Shoot milik No Na.

Netizen lain juga berkomentar bahwa ujaran kebencian dari Korea tersebut justru membuat No Na mendapatkan lebih banyak perhatian positif dari kawasan ASEAN. Kehadiran No Na di industri musik dianggap sangat berarti sebagai simbol kekuatan talenta muda Indonesia di mata dunia.

Huru-hara ini sebenarnya bermula dari insiden pelanggaran aturan di konser band DAY6 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir Januari lalu. Beberapa oknum pemilik akun fans asal Korea tertangkap basah menyusupkan kamera profesional DSLR secara diam-diam ke dalam lokasi acara.

Teguran petugas keamanan terhadap pelanggaran tersebut justru dibalas dengan komentar merendahkan terhadap masyarakat Asia Tenggara hingga viral di linimasa X.

Warganet Korea yang terlibat debat berdalih bahwa tindakan membawa kamera besar adalah bagian dari budaya K-Pop yang harus dimaklumi oleh semua pihak di mana pun. “Jika kalian ingin berkecimpung di dunia K-Pop, jangan menolak budaya K-Pop itu sendiri,” tulis salah satu akun netizen Korea dalam bahasa Hangeul.

Perseteruan pun memuncak saat warganet Korea mulai menyerang identitas budaya dan karya seni artis-artis dari negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

No Na sendiri merupakan grup di bawah naungan label internasional 88rising yang beranggotakan Christy Gardena, Esther Geraldine, Baila Fauri, dan Shazfa Adesya. Nama grup ini diambil dari kata "nona" dalam Bahasa Indonesia yang bermakna perempuan muda sebagai representasi kuat identitas nasional mereka.

Untuk kamu yang ingin menonton video klip Shoot No Na dengan latar belakang sawah, bisa klik link berikut atau cek video di atas.

Tag No Na Netizen Korea SEAblings K-Netz