Konten Dianggap Tak Sensitif, Emy Aghnia Kena Semprot Sahabat Vidi Aldiano dan Sheila Dara
Selebgram Emy Aghnia jadi sorotan setelah mengunggah konten promosi obat herbal yang dianggap tidak sensitif.
Video tersebut diawali dengan potongan klip almarhum Vidi Aldiano yang membahas soal makna hidup saat menghadapi penyakit serius, lalu langsung disambung dengan promosi produk.
Di tengah gelombang kritik, Emy Aghnia akhirnya menghapus video tersebut dan menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku tidak berniat menyakiti atau memanfaatkan momen duka.
Baca Juga: Hadir di TPU Tanah Kusir, Deddy Corbuzier: Semua Orang Bersaksi Vidi Aldiano Orang Baik
Sahabat Vidi Aldiano dan Sheila Dara Ikut Geram
Meski sudah meminta maaf, reaksi publik belum mereda. Banyak yang menilai tindakan tersebut tetap tidak bisa dibenarkan, apalagi karena kepergian Vidi Aldiano masih meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
Baca Juga: Vidi Aldiano Kesal Sakitnya Diberitakan Berlebihan Hingga Dibilang Pakai Wig
Konten itu pun menuai banyak kritik. Tak hanya dari warganet, sejumlah sahabat Vidi Aldiano dan istrinya, Sheila Dara Aisha juga ikut bersuara dan menyampaikan kekecewaan mereka secara terbuka.
Fita Anggriani menjadi salah satu yang paling vokal. Ia menuliskan kritik pedas melalui Instagram Story-nya @fitaangriani, menyayangkan penggunaan sosok Vidi untuk kepentingan promosi.
Permintaan maaf Emy Aghnia atas konten Vidi Aldiano. [Instagram]
"Niat sebagai pengingat tentang pentingnya kesehatan dan merawat diri. PRETTTTTTTT. Endorse mah endorse ajeh ga usah embel-embel pake contoh Vidi meninggal mbakeee! Tolol! Otak lu dimaneeeee! Sorry bgt emosi. Alhamdulillah lagi ga puasa," tulis Fita tampak emosi.
Kritik serupa juga datang dari Reza Chandika. Ia menilai penggunaan kabar duka sebagai “jembatan” promosi adalah tindakan yang tidak etis.
Menurutnya, mencampurkan kesedihan dengan kepentingan komersial bisa merusak nilai kemanusiaan dan integritas seseorang.
Sahabat Vidi dan Sheila Dara geram akibat konten endorse yang melibatkan almarhum. [Instagram]
"Menggunakan berita duka sebagai "jembatan" (bridging) untuk konten promosi atau pekerjaan komersial sering kali dianggap sebagai tindakan yang mengeksploitasi kesedihan demi keuntungan materi," tulisnya di Instagram Story @rezachandika.
"Intinya: Etika adalah tentang memanusiakan manusia. Kematian adalah peristiwa sakral, sementara pekerjaan adalah urusan fungsional. Mencampuradukkan keduanya demi engagement biasanya akan mengikis nilai integritas Anda di mata orang lain," lanjutnya.