Konflik Viral Mereda, Jule Akhirnya Sampaikan Permintaan Maaf
Ketegangan di ruang digital yang melibatkan selebgram Julia Prastini dan mantan suaminya, Na Daehoon, akhirnya memasuki fase yang lebih kondusif.
Setelah sempat melontarkan ancaman untuk membongkar dugaan kekerasan dalam rumah tangga, Julia yang akrab disapa Jule menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya pada Selasa (20/1/2026).
Langkah ini diambil menyusul kegaduhan yang selama sepekan terakhir membelah opini publik. Dalam pernyataannya, Julia mengakui bahwa luapan emosi pascaperceraian telah memengaruhi caranya berkomunikasi di ruang publik.
Baca Juga: Ogah Sebut Nama Jule? Daehoon Cuma Panggil 'Ibu Kandung' Saat Tegaskan Hak Asuh Anak
Ia menyadari bahwa penyelesaian persoalan keluarga melalui media sosial bukanlah langkah yang bijak, terutama demi kepentingan dan tumbuh kembang anak mereka.
Pengakuan Emosional di Media Sosial
“Saya memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Tindakan saya kemarin didasari emosi sesaat. Saat ini, prioritas utama kami adalah menjaga komunikasi yang sehat demi anak,” ujar Julia dalam unggahan video yang telah disukai puluhan ribu pengikutnya.
Unggahan tersebut mendapat beragam respons dari warganet, sebagian besar memberikan dukungan atas sikap terbuka Julia dalam meredam konflik yang sempat memanas.
Julia Prastini Pilih Damai Akhiri Kegaduhan Dengan Mantan Suami
Respons dan Upaya Damai
Pihak Na Daehoon merespons positif sikap kooperatif mantan istrinya. Ia menyambut baik langkah Julia untuk menghentikan polemik di ruang publik dan memilih jalur penyelesaian yang lebih tertutup.
Kasus ini kembali menjadi pengingat akan risiko hukum dan dampak psikologis dari kebiasaan mengumbar persoalan pribadi di media sosial.
Sejumlah pakar komunikasi menilai, keputusan Julia untuk menarik diri dari konflik digital dan mengedepankan penyelesaian kekeluargaan merupakan langkah dewasa guna mengakhiri polemik berkepanjangan.
Dengan adanya permintaan maaf ini, kedua belah pihak sepakat untuk tidak lagi saling melontarkan pernyataan yang bersifat menyerang di ruang publik.
Urusan hak asuh anak serta kewajiban lainnya akan diselesaikan melalui jalur formal secara tertutup.
Handril