Harga Emas Pegadaian Hari Ini Turun! Galeri24 dan UBS Kompak Koreksi
Harga emas batangan yang diperdagangkan di PT Pegadaian (Persero) terpantau mengalami pergerakan fluktuatif pada perdagangan hari ini, Jumat, 6 Februari 2026.
Berdasarkan pembaruan harga yang tercantum di laman resmi Sahabat Pegadaian, nilai logam mulia dari sejumlah merek tercatat mengalami penyesuaian atau koreksi dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.
Dua merek emas batangan yang paling banyak diminati masyarakat, yakni Galeri24 dan UBS, sama-sama menunjukkan tren penurunan tipis.
Baca Juga: Update Harga Emas Rabu 4 Februari 2026, UBS dan Galeri24 Merangkak Naik
Untuk emas batangan Galeri24 dengan berat 1 gram, harga jual saat ini berada di level Rp 2.974.000. Sementara itu, emas batangan produksi UBS dengan ukuran serupa dipasarkan sedikit lebih mahal, yakni Rp 2.988.000 per gram.
Emas Batangan (Sumber El Samara)
Pegadaian menyediakan emas batangan dalam berbagai pilihan ukuran guna memenuhi kebutuhan investasi masyarakat, mulai dari pecahan kecil 0,5 gram hingga ukuran besar mencapai 1 kilogram.
Baca Juga: Emas Antam Rp 2,97 Juta per Gram Kamis (5/2/2026), Intip Daftar Harga Lengkapnya!
Ragam pilihan ini memberi fleksibilitas bagi investor, baik pemula maupun yang telah berpengalaman, dalam menyesuaikan investasi sesuai kemampuan dan tujuan keuangan.
Untuk emas batangan Galeri24:
0,5 gram: Rp 1.560.000
1 gram: Rp 2.974.000
2 gram: Rp 5.876.000
5 gram: Rp 14.581.000
10 gram: Rp 29.085.000
25 gram: Rp 72.319.000
50 gram: Rp 144.525.000
100 gram: Rp 288.907.000
250 gram: Rp 720.493.000
500 gram: Rp 1.440.986.000
1.000 gram: Rp 2.881.971.000
Harga Emas Hari Ini 6 Februari 2026. Pegadaian
Sementara itu, emas batangan UBS juga tersedia dalam rentang ukuran yang sama:
0,5 gram: Rp 1.615.000
1 gram: Rp 2.988.000
2 gram: Rp 5.929.000
5 gram: Rp 14.652.000
10 gram: Rp 29.149.000
25 gram: Rp 72.731.000
50 gram: Rp 145.163.000
100 gram: Rp 290.212.000
250 gram: Rp 725.316.000
500 gram: Rp 1.448.928.000
Pergerakan harga emas ini menjadi perhatian para investor, mengingat logam mulia masih dipandang sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi. Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau perkembangan harga sebelum mengambil keputusan investasi.