Fakta Baru Kematian Kurt Cobain Setelah 30 Tahun, Disebut Bukan Bunuh Diri
Kematian Kurt Cobain kembali menjadi sorotan lebih dari tiga dekade setelah peristiwa tragis itu terjadi. Seorang mantan perwira kepolisian Seattle kini menyebut ada kemungkinan kasus tersebut merupakan pembunuhan, bukan bunuh diri seperti yang selama ini dinyatakan resmi.
Frontman band grunge legendaris Nirvana itu meninggal pada April 1994 di usia 27 tahun akibat luka tembak di kepala. Saat itu, otoritas menyimpulkan kematiannya sebagai bunuh diri menggunakan shotgun.
Jenazah Cobain ditemukan tiga hari setelah kematiannya di sebuah rumah kaca yang terhubung dengan kediamannya di Seattle oleh seorang teknisi listrik. Pemeriksa medis King County saat itu memutuskan kematian sebagai bunuh diri, dengan senapan Remington Model 11 kaliber 20 gauge ditemukan di pelukannya serta sebuah catatan di dekat lokasi.
Baca Juga: Perjalanan Karier Robert Duvall, Bintang The Godfather Meninggal di Usia 95 Tahun
Kurt Cobain. (Facebook via AsiaOne)
Meski putusan tersebut telah bertahan lebih dari 30 tahun, klaim terbaru dari Neil Low, pensiunan kapten Kepolisian Seattle yang pernah ditugaskan mengaudit kasus tersebut pada 2005, memicu perdebatan publik mengenai akhir hidup ikon musik grunge tersebut.
Low mengklaim bukti fisik dalam kasus kematian Cobain “tidak masuk akal” dan menilai penyelidikan awal tidak ditangani dengan semestinya. “Saya tidak percaya bahwa Kurt melakukan itu pada dirinya sendiri,” kata Low kepada Daily Mail, dikutip pada Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: Setahun Berjuang Lawan ALS, Eric Dane Grey’s Anatomy Meninggal
Low mengungkapkan bahwa ia diberi akses penuh terhadap berkas dan barang bukti saat diminta mengaudit kasus tersebut. Ia juga menyebut penyelidikan Departemen Kepolisian Seattle kala itu “berantakan” atau salah penanganan.
“Salah satu hal tentang penulisan laporan adalah faktor kesalahan manusia, salah dengar, salah paham, pikiran yang tertukar, dan detail yang terlupakan,” ujar Low.
Menurutnya, penyidik sejak awal sudah memiliki asumsi tertentu, yang membuat penyelidikan pun mengarahkan pada kesimpulan pemikiran tersebut. “Saya pikir mereka masuk dengan pikiran yang sudah memutuskan. Itu bunuh diri. Sekarang saya pikir ini pembunuhan, dan saya rasa kasus ini harus dibuka kembali,” tegas Low.
Kurt Cobain (Today.com)
“Saya sudah membaca kasusnya, dan saya bisa mengatakan apa yang dikatakan bukti karena itulah pekerjaan saya, dan itu tidak menunjukkan bunuh diri,” lanjutnya.
Selain itu, ia mempertanyakan kondisi tangan Cobain dalam foto lokasi kejadian serta kadar heroin yang tercatat dalam hasil medis. Menurutnya, dampak tembakan seharusnya menghasilkan percikan darah yang jauh lebih besar. Low juga menyoroti ketidaksesuaian antara hasil autopsi dan laporan polisi.
Sementara itu, Departemen Kepolisian Seattle tetap pada kesimpulan lama. Dalam pernyataan resminya kepada Daily Mail, mereka menegaskan, “Kurt Cobain meninggal karena bunuh diri pada 1994. Ini tetap menjadi posisi yang dipegang oleh Departemen Kepolisian Seattle.”