Gosip

dr Tirta Semprot Netizen Sok Tau yang Serang Dokter Jantung soal GERD

26 Januari 2026 | 14:21 WIB
dr Tirta Semprot Netizen Sok Tau yang Serang Dokter Jantung soal GERD
dr Tirta ngamuk pada netizen sok tau yang serang dokter jantung. [Instagram]

Fenomena "warganet ahli medis" yang dengan lantang menyalahkan pendapat dokter spesialis jantung soal tiadanya hubungan antara GERD dan sakit jantung, kian memanas.

rb-1

Ulah netizen menyerang pendapat dokter ini akhirnya memicu reaksi keras dari dr. Tirta Mandira Hudhi, dokter sekaligus influencer kesehatan yang dikenal luas.

Dalam sebuah video terbaru yang dibuatnya dengan nada tegas dan emosi, dr. Tirta secara terbuka menyemprot perilaku sebagian netizen yang merasa lebih pintar daripada para ahli jantung, termasuk dosen dan seniornya di bidang tersebut.

Baca Juga: Buntut Kematian Lula Lahfah, Netizen Suruh Dokter Jantung Belajar Lagi

rb-2

"Saya terpaksa buat video agak nge-gas kayak gini karena apa, gara-gara sejawat-sejawat saya, dosen-dosen saya di bidang perjantungan di-goblok-goblok’ke wong sing ra dong, ba**ngan,"** ujar dr. Tirta di awal video, tak menyembunyikan rasa kesalnya.

Ia lantas memberikan penjelasan medis yang gamblang untuk meluruskan kesalahpahaman publik yang berkembang, khususnya terkait klaim bahwa GERD bisa menyebabkan serangan jantung mendadak seperti yang diduga pada kasus Lula Lahfah.

Baca Juga: Keinginan Lula Lahfah Sebelum Meninggal Dunia Kembali Disorot: Aku Pengen...

"Jadi asal kalian tahu, yang namanya GERD ya lambung, itu jauh banget hubungannya kalau bisa menyebabkan serangan jantung ya," tegasnya. 

"Yang bisa menyebabkan kematian dadakan itu benar-benar adalah terkait jantung, biasanya dan terkait otak. Jantung ya sudden death ya, kayak serangan jantung dadakan."

dr Tirta ngamuk pada netizen sok tau yang serang dokter jantung. [Instagram]dr Tirta ngamuk pada netizen sok tau yang serang dokter jantung. [Instagram]

Dr. Tirta kemudian menjelaskan penyebab umum sudden cardiac death yang sering tanpa gejala jelas, yaitu gangguan irama jantung, yang merupakan sub-spesialisasi tersendiri dalam kardiologi.

Menggunakan gaya bicara yang blak-blakan, ia menyindir logika keliru yang beredar. 

"GERD itu penyakit asam lambung naik mas... Asam lambung naik, habis itu bisa jebol gitu kena jantung? Esofagusmu bolong? Lha piye remuk kabeh ngene iki, jauh hubungannya,” sindirnya.

Ia juga mengklarifikasi mengapa penderita GERD bisa merasakan berdebar-debar. 

"Lha terus kok bisa berdebar-debar ketika GERD? Ya karena nyeri, tapi tidak langsung berhubungan. Berdebar-debar karena GERD dan berdebar-debar karena gangguan irama jantung ya beda mas, mbak."

Dr Bobby Arfhan Spesialis Jantung diceramahi netizen. [Instagram]Dr Bobby Arfhan Spesialis Jantung diceramahi netizen. [Instagram]

Di penghujung video, dr. Tirta menyampaikan kritik pedasnya terhadap mentalitas "sok tahu" yang ia lihat berkembang. Dengan menyelipkan istilah psikologi, ia menuding perilaku tersebut sebagai "Dunning-Kruger syndrome", yaitu kondisi di mana seseorang yang kurang kompeten justru merasa sangat mampu dan superior.

"Kowe ki ya belajar ilmu kedokteran ra usah keminter, opo meneh nggoblok-gobloke dosen-dosen seniorku sing pinter ngono loh... Tinggal kamu baca, itu kan kamu akan mendapatkan ilmunya, pekok tenan, Dunning Kruger syndrome, lagi moco seko artikel wis keroso lewih pinter seko dokter, goblok," pungkas dr. Tirta dengan nada kesal.

Tag dr Tirta dokter jantung dokter Bobby jantung dr Bobby Arfhan Lula Lahfah