Dokter Gigi di Aceh Tamiang Digerebek saat Bersama Pria Relawan Banjir di Rumah Dinas
Kembali berita penggerebekan pasangan yang bukan suami istri viral di media sosial.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat seorang dokter perempuan sedang digerebek oleh warga di rumah dinasnya.
Peristiwa ini terjadi di salah satu desa di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga: Zaskia Adya Mecca Geram atas Bencana Aceh Tamiang: Puas Kalian Menggundulkan Hutan?
Kepala Desa (Datok Penghulu) setempat telah membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Datok Penghulu menyebutkan, warga langsung menggerebek rumah dinas sang dokter, setelah muncul kecurigaan.
Baca Juga: Video Penggrebekan Guru SMA Pria Mesum Sesama Jenis dengan Remaja di Toilet Masjid
“Benar, itu kejadian penggerebekan oleh warga sekitar pukul 11.00 sampai 12.00 WIB,” ujar Datok Penghulu.
Dari keterangan Datok diketahui, kecurigaan warga muncul ketika melihat seorang pria keluar masuk dengan mudahnya ke rumah dinas dokter tersebut hingga larut malam.
Dokter Gigi Dan Relawan Banjir Di Aceh Tamiang Digerebek [Tiktok]
Merasa ada yang tidak beres, warga kemudian berinisiatif melakukan penggerebekan.
“Saat digerebek, keduanya ditemukan berada di dalam rumah dinas,” jelas Datok.
Diterangkan pula oleh Datok, si perempuan adalah dokter gigi yang bertugas di Puskesmas setempat, dan berasal dari Kota Langsa.
Sedangkan si pria adalah seorang relawan banjir yang bertugas di Aceh Tamiang dan berasal dari Batam.
“Yang perempuan dokter gigi, sementara laki-lakinya relawan banjir dari luar daerah,” katanya.
Usai penggerebekan, keduanya langsung digiring ke Polsek setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Saat ini keduanya diamankan di Polsek. Pengakuan mereka tidak melakukan perbuatan apa pun. Namun dugaan sementara mengarah pada pelanggaran jinayah karena berduaan dalam satu ruangan dan bukan mahram,” tegas Datok.
Wajah Si Relawan Yang Diduga Mesum Bersama Dokter Gigi [Tiktok]
Lebih lanjut Datok menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya, baik sang dokter maupun sang pria, sama-sama berstatus lajang atau belum menikah.
Upaya mediasi pun dilakukan, dengan meminta keduanya untuk segera menikah.
“Namun oknum dokter tersebut menolak menikah karena merasa tidak melakukan perbuatan apa pun,” tandas Datok.