Bukan Sekadar Adaptasi, Tim Produksi Ungkap Proses Magis Penggarapan Na Willa
Momen menonton rough cut film Na Willa menjadi pengalaman emosional bagi para kreatornya. Penulis novel, Reda Gaudiamo mengaku tak kuasa menahan air mata melihat versi visual cerita tulisannya.
"Waduh, saya enggak menyangka kalau air mata, kantong air mata saya se-cetek itu ya (tertawa). Kayak cetek banget dikit-dikit nangis, dikit-dikit nangis. Sangat mengharukan, bagus banget gitu," cerita Reda Gaudiamo di Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026).
Ia bahkan merasa seperti melihat kembali sosok ibunya sendiri ketika menyaksikan adegan tertentu. Kehadiran detail sederhana di set, seperti jemuran kayu bertambang, membuatnya merasa pulang.
Baca Juga: Selamat, Film 'Jumbo' Sukses Jadi Film Indoneia Terlaris Sepanjang Masa
Film Na Willa [Youtube]
"Saya rasa saya merasa seperti pulang ke film ini yaitu ketika masuk ke setnya. Kan ada satu bagian, satu benda yang buat saya bendanya sederhana saja, sebuah jemuran. Jemurannya tuh bukan jemuran dari plastik, bukan dari besi tapi dari kayu dan ada tambangnya. Saya pas lihat, 'Wih jemuran Emak saya!' gitu," tutur Reda.
Ryan Adriandhy juga merasakan emosi serupa saat pertama kali menonton hasil suntingan awal. Ia mengaku hanya bisa mengirim emoji menangis kepada produser Anggia Kharisma karena terharu.
Baca Juga: Na Willa Siap Tayang Lebaran 2026, Ryan Adriandhy Spill Proses Kreatifnya
"Film kayak gini tuh dulu pernah aku andai-andaikan sebagai anak kecil gitu ya nonton film-film yang pernah membesarkan aku gitu. Mungkin enggak ya gue tuh bikin film kayak gini gitu," cerita sutradara Jumbo tersebut.
Produser Anggia Kharisma menyebut hasil akhirnya melampaui ekspektasinya. Ia merasa film ini menjadi ruang untuk merayakan sisi anak-anak dalam diri setiap orang.
"Sebagai pribadi ya, beyond my expectation gitu. Bukan aku melebihkan atau mengurang. Tapi kayak pas itu jadi tuh kayak, 'Ini dia!' Ini yang kita butuhkan untuk anak dan keluarga Indonesia, juga anak-anak di dalam diri kita gitu," jelas Anggia.
Tim produksi Na Willa. [Indopop/Raka]
Bagi para pembuatnya, “Na Willa” bukan sekadar film adaptasi, melainkan perjalanan emosional. Proses produksi Na Willa sendiri terasa magis dan penuh kejutan. Banyak hal yang menurut mereka mustahil secara logika, justru bisa terwujud di lapangan.
"Banyak hal yang terjadi yang enggak masuk logika manusia menurut kami gitu. Harusnya secara matematika, secara logistik ini impossible gitu. Tahu-tahu jadi, tahu-tahu jadi, tahu-tahu jadi. Jadi banyak banget tangan-tangan tidak terlihat yang membantu gitu," pungkas Ryan.