Biodata dan Agama Low Tuck Kwong, Beli Lukisan SBY 6,5 Miliar!
Nama pengusaha tambang pendiri PT Bayan Resources Tbk, Low Tuck Kwong, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Pria yang baru saja dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes tahun 2025 ini viral bukan karena transaksi batu bara, melainkan aksinya yang berani membeli lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan harga fantastis.
Low Tuck Kwong beli lukisan SBY seharga 6,5 miliar. [TikTok]
Baca Juga: Mantan Presiden SBY Melayat ke Rumah Duka Titiek Puspa
Pembelian mewah tersebut terjadi dalam acara lelang yang digelar oleh Partai Demokrat pada perayaan Tahun Baru Imlek 2477 Kongzili, Rabu (18/2/2026) kemarin. Lukisan berjudul "Kuda Api" karya SBY yang memang dikenal hobi melukis itu menjadi primadona acara.
Pada mulanya, lukisan bergambar kuda bersurai api tersebut dilelang dengan harga pembuka Rp200 juta. Setelah berulang kali terjadi kenaikan tawaran yang sengit, palu lelang akhirnya jatuh kepada bos PT Bayan Resources Tbk tersebut. Low Tuck Kwong memboyong lukisan "Kuda Api" ke dalam koleksi pribadinya dengan nilai fantastis, yakni Rp6,5 miliar.
Baca Juga: Video SBY Tidak Salami Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Saat HUT TNI, Ada Apa?
Profil Low Tuck Kwong, dari Konstruksi Hingga Rajai Tambang
Low Tuck Kwong beli lukisan SBY seharga 6,5 miliar. [TikTok/CNBC]
Viralnya aksi dermawan Low Tuck Kwong dalam acara amal tersebut turut menyorot kembali profilnya sebagai salah satu taipan paling disegani di Asia Tenggara.
Low Tuck Kwong lahir di Singapura pada 17 April 1948. Pria berusia 78 tahun ini memulai kariernya dengan bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya, David Low Yi Ngo.
Pada tahun 1972, ia memutuskan untuk merantau ke Indonesia. Setahun berselang tepatnya 1973, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) yang bergerak di bidang konstruksi. JSI kemudian dikenal sebagai pelopor konstruksi pondasi tumpuk (pile foundation) yang kompleks di Tanah Air.
Memasuki tahun 1988, JSI mulai berekspansi ke bisnis penambangan batu bara. Keputusan strategis itu membawanya pada pendirian PT Gunungbayan Pratamacoal pada 1997, yang menandai langkah pertamanya memiliki tambang sendiri. Pada 1998, melalui PT Dermaga Perkasapratama, ia juga mengoperasikan terminal batu bara di Balikpapan.
Pada tahun 1992, ia memutuskan untuk berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Seluruh aset pertambangannya kemudian dikonsolidasikan ke dalam PT Bayan Resources Tbk pada 2004, yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2008.
Kini, Bayan Resources mengelola beberapa konsesi tambang besar di Kalimantan Timur, dengan tambang terbesar berada di wilayah Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Cadangan batu bara perusahaan ini diperkirakan mampu menopang operasional lebih dari 30 tahun ke depan.
Rajai Daftar Orang Terkaya 2025
Low Tuck Kwong beli lukisan SBY seharga 6,5 miliar. [TikTok/CNBC]
Berkat kerajaan bisnisnya, Low Tuck Kwong baru saja resmi dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes tahun 2025. Pemilik PT Bayan Resources tersebut tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar USD 27,7 miliar atau sekitar Rp 457,1 triliun (kurs Rp16.502 per USD), menggeser para pesaingnya dan menempatkannya di posisi teratas dalam daftar 50 orang terkaya di Tanah Air.
Sebelumnya, pada akhir Desember 2022, ia tercatat menduduki peringkat ke-2 dengan total kekayaan US$25,2 miliar.
Meski dikenal sebagai raja tambang, Low Tuck Kwong memiliki sisi lain yang tak kalah menarik. Pria yang memiliki anak bernama Elaine Low dan Yi Ngo Low ini ternyata seorang pencinta satwa.
Ia membangun kebun binatang pribadi di area tambangnya, yang menjadi rumah bagi ribuan hewan, baik spesies asli Indonesia maupun dari luar negeri.
Beberapa koleksi satwanya antara lain harimau, orangutan, owa, beruang madu, buaya, dan burung merak. Sementara dari luar negeri, terdapat burung unta, alpaka, kura-kura Brasil, hingga kuda poni.
Tak hanya itu, Low juga mendirikan pusat rehabilitasi orangutan untuk merawat dan melepaskan kembali primata endemik Kalimantan itu ke habitat aslinya.
Dengan demikian, Low Tuck Kwong bukan hanya menjadi simbol kesuksesan sektor energi nasional, tetapi juga contoh pengusaha yang turut memberi kontribusi pada pelestarian lingkungan dan konservasi satwa, serta dikenal dermawan dalam berbagai acara sosial seperti lelang lukisan SBY kemarin.