Gosip

Biduan di Acara Isra Miraj Banyuwangi Picu Perdebatan Publik

17 Januari 2026 | 12:09 WIB
Biduan di Acara Isra Miraj Banyuwangi Picu Perdebatan Publik
Isra Miraj di Banyuwangi Hadirkan Biduan, Warga Terbelah Pro dan Kontra

Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di salah satu desa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memicu diskusi publik.

rb-1

Acara yang semula berlangsung khidmat dengan nuansa keagamaan tersebut ditutup dengan hiburan musik dangdut yang menghadirkan biduan lokal.

Kegiatan yang dihadiri ratusan warga itu sejak awal berjalan sesuai tradisi keagamaan. Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat nabi, serta ceramah agama yang menekankan esensi perjalanan spiritual Rasulullah SAW.

Baca Juga: Profil dan Kisah Sukses Eka Mery Susanti, Affiliator TikTok Banyuwangi yang Sukses Beli 3 Mobil

rb-2

Namun, suasana berubah saat panitia menyuguhkan hiburan musik di penghujung acara.

Alasan Penyelenggara

Baca Juga: Ressa Rossano Akui Pernah Nikah Muda dan Punya Anak dengan Pedangdut Banyuwangi

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kehadiran hiburan musik bukan tanpa pertimbangan. Konsep tersebut dipilih sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam peringatan hari besar Islam.

Menurut panitia, penggabungan unsur dakwah dan hiburan rakyat yang dekat dengan keseharian warga diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk hadir sekaligus memperkuat silaturahmi antarwarga.

Heboh Isra Miraj Di Banyuwangi Hiburan Biduan Jadi SorotanHeboh Isra Miraj Di Banyuwangi Hiburan Biduan Jadi Sorotan

Pro dan Kontra di Masyarakat

Meski dimaksudkan sebagai hiburan, langkah tersebut memunculkan beragam tanggapan. Sebagian warga menilai konsep itu sebagai inovasi yang mampu mencairkan suasana dan mempererat kebersamaan setelah mengikuti rangkaian ibadah yang cukup panjang.

Namun, sebagian warga lainnya menyampaikan keberatan. Mereka menilai kehadiran biduan dalam peringatan Isra Miraj kurang selaras dengan nilai religius dan kesakralan momentum keagamaan.

Kekhawatiran akan berkurangnya kekhusyukan menjadi alasan utama penolakan.

Sejumlah tokoh agama setempat mengingatkan pentingnya menjaga esensi Isra Miraj sebagai momentum penguatan iman dan refleksi atas perintah salat lima waktu.

Sementara itu, pemerintah desa menyatakan akan melakukan evaluasi agar peringatan hari besar keagamaan ke depan tetap berjalan tertib, kondusif, dan sejalan dengan norma agama serta nilai budaya masyarakat Banyuwangi.

 

Handril

Tag IsraMiraj Banyuwangi BeritaDaerah IsuSosial TradisiKeagamaan ProKontra