Aurelie Moeremans dan Ibunda Sempat Datangi Komnas PA, Namun Hasil Mediasi Tak Pernah Jelas!
Memoar Aurelie Moeremans bertajuk Broken Strings tengah menjadi sorotan publik. Antusiasme pembaca begitu tinggi hingga link Google Drive yang dibagikan Aurelie untuk mengakses memoar ini hingga saat ini masih belum bisa diakses karena tingginya traffic pengunjung.
Dalam memoar tersebut, Aurelie menceritakan pengalaman hidup pahitnya, termasuk child grooming yang dialami sejak usia muda.
Memoar ini juga menyinggung dugaan kekejaman Roby Tremonti, mantan kekasihnya, yang memaksa Aurelie menikah di bawah umur serta melakukan aksi-aksi keji lainnya selama menjalin hubungan.
Baca Juga: Buku Broken Strings Viral, Aurelie Moeremans Lega Usai Bongkar Isu Child Grooming
Hubungan Aurelie dan Roby sempat menjadi sorotan publik sejak awal 2025, terutama setelah beredar kembali pernyataan terkait pernikahan mereka di bawah umur pada Oktober 2011.
Pernikahan ini menuai kontroversi karena Aurelie mengaku janji suci yang mereka ikrarkan tidak sah secara hukum maupun agama.
Buku Aurelie Broken Strings (Instagram)
Baca Juga: Buntut Dukung Aurelie Moeremans, Suami Hesti Purwadinata Diancam Lewat Chat
Aurelie bahkan mengungkapkan bahwa Roby menyuap pihak gereja untuk menikahkan mereka, karena tidak ada gereja yang bersedia menikahkan pasangan tanpa kehadiran orang tua mempelai wanita.
Menurut pengakuannya, Roby harus membayar puluhan juta rupiah agar gereja mau melangsungkan pernikahan secara diam-diam tanpa tercatat di catatan sipil.
“Akhirnya dia keliling berpuluh-puluh gereja. Ada yang minta berapa puluh juta, dan bisa dibisa-bisain. Akhirnya mereka ketemu gereja yang bisa nikahin dua orang, tanpa ada orang tua, tanpa latihan dulu,” tulis Aurelie di akun Facebook-nya.
Selama dua tahun pernikahan, Aurelie mengaku mengalami KDRT dan dipaksa bekerja oleh Roby. Ia kemudian memutuskan berpisah pada 2013.
Jejak Digital & Laporan Child Grooming
Kasus ini juga mengingatkan publik pada jejak digital tahun 2010, ketika Aurelie dan ibunya, Sri Sumarti, mendatangi KPAI untuk melaporkan dugaan child grooming oleh Roby, yang saat itu terpaut 11 tahun dengan Aurelie.
Namun, menurut Ketua KPAI kala itu, Hadi Supeno, pengaduan tersebut masih dianalisis dan memerlukan keterangan dari masing-masing pihak.
Aurelie Moeramans Menulis Buku Broken Strings
Sebelum mengadu ke KPAI, Aurelie dan ibunya juga sempat mendatangi Komnas PA di bawah binaan Seto Mulyadi, namun hingga saat itu tidak pernah memperoleh kejelasan atas hasil mediasi yang dilakukan.
Memoar Broken Strings tidak hanya mengungkap sisi gelap perjalanan hidup Aurelie, tetapi juga menyoroti isu pernikahan anak, kekerasan dalam rumah tangga, dan perlindungan anak yang masih relevan hingga kini. Publik menantikan kelanjutan kisahnya dan efek yang mungkin ditimbulkan oleh pengakuan berani ini.