Apa Itu Kopi Pangku? Fenomena yang Diangkat ke Layar Lebar dan Baru Saja Muncul di PIK
Kopi pangku adalah praktik penjualan kopi yang disertai penyediaan layanan teman wanita untuk mengobrol.
Sesuai dengan namanya, warung kopi pangku memungkinkan pembeli kopi memangku pramusaji wanita sebagai suatu penghiburan.
Pelayan-pelayan yang bekerja pada kopi pangku umumnya perempuan berusia remaja hingga dewasa awal.
Baca Juga: Republik Seafood, Resto Baru Nex Carlos yang Buka di PIK
Tidak jarang warung kopi pangku juga dilengkapi dengan perlengkapan karaoke dan dihiasi dengan lampu kerlap-kerlip.
Warung kopi yang buka di malam hari inisering diduga sebagai tempat praktik prostitusi terselubung.
Secangkir kopi pangku dibanderol lebih mahal daripada kopi yang sama pada warung kopi biasa.
Baca Juga: Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Penerbangan Terakhir, Soroti Perselingkuhan Pilot dan Pramugari
Harga kopi dipatok mulai dari Rp5.000-Rp10.000. Harga tersebut belum dihitung dengan jasa pramusaji yang telah memberikan pelayanan.
Jasa tersebut biasanya dihitung dari lamanya pembeli berada dalam warung kopi, misalkan suatu warung menetapkan tarif Rp2.000 per jamnya.
Meskipun demikian, pembeli kopi pangku sering kali memberikan uang tip kepada pramusaji secara langsung, selain membayar biaya kopi pangku ke kasir.
Kopi pangku dapat dijumpai di Jember, Mojokerto, Jakarta, Bogor, Pontianak dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Istilah
Meskipun pada umumnya praktik kopi pangku bertempat di warung, sajian kopi sejenis yang dijajakan selayaknya pedagang asongan juga dapat disebut sebagai kopi pangku.
Poster Film Kopi Pangku [Instagram]Wanita yang menjajakan kopi pangku akan melayani pembelinya di jalanan atau di dalam kendaraan.
Di beberapa tempat, praktik semacam kopi pangku juga dapat disebut kopi senang, kopi pangkon, warkopang alias warung kopi pangku, dan dakocan alias dagang kopi cantik sebagaimana kedai kopi mempekerjakan pramusaji cantik.
Kontroversi
Maraknya warung kopi pangku di sebagian daerah di Jember, membuat penentangan dari kelompok Islam.
KH. Abdul Hamid Hasbullah, ketua Lembaga Pembinaan Akhlak Islamiyah (LPAI) sempat mementang keras beberapa tempat yang dinilai dapat menimbulkan kemaksiatan di Jember.
Di Tangerang, warung kopi pangku digerebek dan ditutup aparat kepolisian karena menjadi sarana prostitusi. Hal serupa juga terjadi di Gresik.
Fenomena kopi pangku sebenarnya telah ada sejak dulu, namun baru ramai sekarang ini. Karena fenomena yang tak biasa inilah, sebagai seniman berbakat, Reza Rahardian kemudian mengangkatnya ke layar lebar, untuk menunjukkan kepada publik, bahwa ada fenomena sosial yang juga harus mendapat perhatian, yakni Kopi Pangku.
Jika di wilayah Pantura (Pantai Utara Jawa) para pramusaji terpaksa melakukan praktik kopi pangku untuk memenuhi kebutuhan keluarga, lain lagi di Pantai Indah Kapuk (PIK).
Kopi Pangku Di Pik [Instagram]Fenomena kopi pangku di PIK baru saja muncul, dan tentu membuat heran masyarakat di sana. Pasalnya, PIK selama ini dikenal sebagai kawasan elit yang bersih dari praktik-praktik yang tidak pantas. Hingga saat ini, belum ada keterangan lanjutan yang menjelaskan, kenapa praktik kopi pangku bisa ada di PIK.