Apa Itu Child Grooming yang Dialami Aurelie Moeremans? Ini Penjelasan, Dampak dan Cara Mengatasi
Belakangan ini, ramai pemberitaan soal buku yang baru saja dirilis oleh artis Aurelie Moeremans, yang berjudul Broken Strings.
Buku yang merupakan rangkuman kisah kelam Aurelie di masa lalu itu, membeberkan tentang "child grooming" yang ia alami dari seorang pria dewasa.
Dalam buku itu disebutkan, Aurelie kerap menerima perlakuan tidak pantas yang berbau seksual ketika dirinya masih berusia 15 tahun, dari musisi sekaligus aktor yang kala itu berusia 29 tahun.
Baca Juga: 5 Tips Membesarkan Remaja di Era Serba Modern seperti Sekarang
Aurelie juga menceritakan, bagaimana ia melalui hari-harinya yang muram selama bertahun-tahun akibat "child grooming" tersebut, yang pada akhirnya mampu ia atasi dengan segala kebesaran hati dan tekad.
Lantas, apa sebenarnya child grooming itu? Berikut ini penjelasan lengkapnya, disertai dampak dan cara mengatasinya.
Baca Juga: Ngakak! Sonny Septian Lakukan Hal Ini saat Lihat Teman Putranya Pakai Baju Ketat
Child grooming adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan kendali atas seorang anak atau remaja, dengan tujuan untuk mengeksploitasi mereka secara seksual, emosional, atau pun fisik.
Grooming merupakan langkah awal dalam proses pelecehan seksual terhadap anak atau pun remaja, di mana pelaku mencoba memperoleh kepercayaan dan kesetiaan dari korban, sebelum mereka melakukan tindakan yang merugikan.
Grooming bisa terjadi secara online ataupun di dunia nyata, dan pelakunya sering menggunakan manipulasi, tipu daya, pemberian hadiah, perhatian khusus, atau pembentukan ikatan emosional untuk menipu korban.
Dampak Child Grooming
Anak atau remaja yang mengalami child grooming umumnya rela melakukan apapun untuk menyenangkan pelaku.
Dampak Child Grooming Jadi Trauma [Instagram]Jika sudah demikian, akan muncul dampak negatif, baik secara fisik maupun mental bagi anak atau pun remaja yang menjadi korban. Berikut ini beberapa dampak dari child grooming.
- Sulit tidur (insomnia)
- Sulit konsentrasi di sekolah
- Gangguan kecemasan dan depresi
- Gangguan makan
- Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
Selain dampak di atas, tidak sedikit pula korban child grooming yang mengalami perubahan sikap, mulai dari menutup diri dari orang tua, hingga menjadi cepat marah dan sensitif jika dilarang untuk menuruti kemauan pelaku.
Cara Mengatasi atau Mencegah Terjadinya Child Grooming
Untuk mengatasi atau mencegah terjadinya child grooming, anak atau pun remaja harus diajarkan tentang batasan dalam bersosialisasi dengan orang lain.
Sampaikan pada mereka, bahwa ada orang lain yang boleh menyentuh tubuh dan alat kelaminnya.
Dampak Child Grooming Suka Berperilaku Seperti Orang Dewasa [Pexels]Bila ia mengalami hal tidak menyenangkan dari orang dewasa, seperti mendengar lelucon seksual atau dipaksa menonton pornografi, dorong ia untuk memberitahukannya pada orang tua, atau keluarga terdekat.
Apabila mereka berani menceritakan kejadian yang menimpanya dan hal tersebut mengarah ke child grooming, hadapilah dengan tenang dan bijak.
Dengarkan dengan teliti apa yang diceritakan oleh anak atau remaja tersebut, dan beri tahu mereka bahwa mereka telah melakukan hal yang tepat dengan menceritakannya kepada orang tua atau pun keluarga terdekat. Sampaikan juga bahwa kejadian tersebut bukan kesalahannya.
Tenangkan mereka, dan jelaskan langkah yang akan dilakukan oleh orang tua untuk menindak pelaku.
Tetap rangkul anak dan jangan sekali pun memarahinya, karena saat orang tua atau keluarga lain marah, anak mungkin takut untuk menceritakan hal-hal buruk yang menimpanya, dan berujung memercayai kembali pelaku child grooming.