Nangis Tiap Malam, Lucinta Luna Akui 10 Tahun Tak Salat dan Ingin Tobat di Bulan Suci
Pengakuan mengejutkan datang dari Lucinta Luna saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube milik desainer kondang Ivan Gunawan. Unggahan video tersebut seketika menjadi pusat perhatian publik karena sang selebgram mencurahkan isi hatinya secara mendalam.
Dalam sesi obrolan santai tersebut, Lucinta secara blak-blakan menyinggung mengenai kondisi kehidupan spiritualnya yang selama ini tertutup rapat. Ia mengaku sudah sangat lama tidak menjalankan ibadah wajib dengan berujar, “Gue tuh udah 10 tahun enggak pernah salat (seperti Idulfitri).”
Saat ini, sosok yang kerap menuai sensasi tersebut mengaku sedang berupaya mencari suasana baru demi mendapatkan ketenangan batin. Keinginan untuk berubah muncul setelah ia merasa lelah dengan hiruk-pikuk kehidupan yang selama ini ia jalani.
Baca Juga: Lebaran Penuh Haru di Seoul, Lucinta Luna Ungkap Perjalanan Iman dan Keberanian Diri
Lucinta Luna.
Lucinta mengungkapkan bahwa tekanan mental yang ia rasakan sebagian besar bersumber dari komentar negatif netizen di media sosial. Ia merasa gerah karena ruang geraknya seolah terus dipantau dan dihakimi oleh orang asing melalui dunia maya.
Keresahan itu pun ia tuangkan dalam sebuah kalimat yang menggambarkan rasa frustrasinya terhadap publik. Secara jujur ia mengeluh, “Hidup gue kayak banyak diatur sama netizen,” yang menunjukkan betapa besarnya pengaruh opini luar terhadap jiwanya.
Baca Juga: Tangis Lucinta Luna Pecah Ziarah ke Makam Orang Tua, Curhat Datang sebagai Muhammad Fatah
Dampak dari tekanan psikologis tersebut ternyata cukup memprihatinkan karena ia sering merasa gelisah di kehidupan sehari-hari. Kesedihan yang ia pendam biasanya memuncak saat suasana mulai sunyi ketika waktu malam tiba.
“Setiap malam gue nangis mulu,” tutur Lucinta saat mendeskripsikan kerapuhan emosinya yang jarang diperlihatkan di depan kamera. Pengalaman pahit inilah yang akhirnya memicu dirinya untuk merenungi kembali setiap langkah hidup yang telah ia ambil.
Menjelang momen hari raya, terselip keinginan dalam lubuk hatinya untuk beribadah dengan cara yang lebih sesuai dengan nurani. Ia menyiratkan kerinduan untuk bisa menjalankan kewajiban agama sesuai dengan kodrat aslinya sebagai seorang pria.
Meskipun memiliki niat untuk berbenah, Lucinta mengakui bahwa menghadapi ekspektasi masyarakat bukanlah perkara yang mudah. Ia merasa terjepit di antara tuntutan publik dan keinginan pribadinya untuk segera menemukan kedamaian hidup.
Namun, tokoh yang memiliki nama lahir Muhammad Fatah ini menegaskan tetap memiliki harapan besar untuk bisa bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik. “Gue pengin hidup tenang, tentram, damai,” pungkasnya menutup curhatan yang kini tengah viral di berbagai platform media sosial tersebut.