Gosip

Momen Pilu Ferry Irwandi di Sumbar, Total Donasi Tembus 10 Miliar

05 Desember 2025 | 20:22 WIB
Momen Pilu Ferry Irwandi di Sumbar, Total Donasi Tembus 10 Miliar
Ferry Irwandi tak kuasa menahan tangis [Instagram]

Gelombang solidaritas masyarakat Indonesia mencapai puncaknya pada Jumat, 5 Desember 2025, menyusul bencana banjir bandang dan lahar dingin yang meluluhlantakkan wilayah Sumatera Barat.

rb-1

Di tengah kabar duka yang terus bertambah, sebuah pencapaian kemanusiaan yang luar biasa tercatat: total donasi publik yang digalang melalui berbagai platform urun dana dilaporkan telah menembus angka fantastis, yakni Rp 10 miliar.

Angka donasi yang meroket ini tidak lepas dari peran para figur publik dan influencer yang turun langsung ke lapangan. Salah satu sorotan utama tertuju pada Ferry Irwandi, kreator konten yang dikenal luas di kalangan Milenial dan Gen Z.

Baca Juga: Ferry Irwandi Terbang ke Sumatera Bawa Bantuan 10,3 M, Netizen Tanya Keberadaan Wapres Gibran

rb-2

Pria yang biasanya tampil dengan citra logis, tabah, dan penuh argumen rasional ini, terekam kamera mengalami momen emosional yang memilukan saat berada di titik bencana.

Dalam video yang viral di media sosial X (sebelumnya Twitter) dan TikTok, Ferry terlihat tak kuasa membendung air matanya saat menyaksikan langsung dampak kehancuran di Kabupaten Agam. Momen "runtuhnya" pertahanan emosional Ferry ini menjadi simbol betapa mengerikannya kondisi di lapangan, yang jauh lebih parah daripada apa yang terlihat di layar kaca.

Baca Juga: Tangis Wanita Lihat Bugatti Berlumpur Saat Banjir, Asli atau AI?

"Gue nggak pernah nyangka bakal liat kehancuran kayak gini di depan mata kepala gue sendiri," ujar Ferry.

Reaksi murni dan tanpa rekayasa ini seketika memantik empati jutaan warganet. Seruan untuk berdonasi pun menyebar bak bola salju, membuktikan kekuatan gotong royong digital masyarakat Indonesia yang masih sangat kuat.

Namun, besarnya angka donasi dan gerak cepat para influencer ini juga membawa pesan kritik tersirat bagi pemerintah. Fenomena ini kembali memunculkan narasi "Rakyat Bantu Rakyat" yang kian nyaring terdengar. Publik menilai, kecepatan mobilisasi dana dan logistik dari pihak swasta dan masyarakat sipil justru melampaui birokrasi negara yang dianggap lamban.

Ferry Irwandi Kunjungi Korban Banjir Sumatra [Youtube]Ferry Irwandi Kunjungi Korban Banjir Sumatra [Youtube]

Komentar-komentar pedas mewarnai lini masa menanggapi situasi kontras ini. Salah satu warganet menuliskan komentar yang cukup menohok.

"Kadang bingung kok bisa influencer tembus wilayah terisolir, tapi pemerintah kok gak bisa," ujar salah satu akun.

"Pemerintah masih sibuk nyari outfit buat dipake ke sana," timpal yang lain.

"Lagi dan lagi rakyat membantu rakyat, pemerintah ke mana?" tambah warganet lain.

Meski demikian, apresiasi setinggi-tingginya tetap diberikan kepada para donatur "Orang Baik" yang telah menyisihkan rezekinya hingga terkumpul Rp 10 miliar untuk membantu pemulihan para korban.

Sementara itu, data korban jiwa yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 5 Desember 2025 semakin mengkhawatirkan.

Total korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana di Sumatera ini telah mencapai 867 orang. Angka ini merupakan akumulasi dari wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan yang terparah di Sumatera Barat.

Wilayah Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Tanah Datar dan Agam, mengalami dampak paling fatal akibat fenomena lahar dingin dari Gunung Marapi.

Banjir bandang yang terjadi pada malam hari saat warga tertidur pulas menjadi faktor utama tingginya angka kematian. Material vulkanik besar berupa batu dan lumpur menyapu bersih pemukiman yang berada di jalur aliran sungai.

Kronologi bencana ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak akhir November 2025. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Sumatera tanpa henti, diperparah oleh cuaca ekstrem.

Ferry Irwandi Kunjungi Korban Banjir Sumatra [Youtube]Ferry Irwandi Kunjungi Korban Banjir Sumatra [Youtube]

Puncaknya terjadi pada awal Desember, di mana sungai-sungai meluap drastis, memutus akses jalan nasional, dan mengisolasi ribuan warga yang kini menggantungkan harapan pada bantuan luar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa anomali cuaca ini dipicu oleh interaksi atmosfer aktif dan pengaruh Siklon Tropis Senyar di Sumatera bagian utara. Hal ini menyebabkan curah hujan bulanan tumpah dalam satu hari, sebuah kondisi ekstrem yang melampaui kapasitas tampung lingkungan.

Namun, para ahli lingkungan sepakat bahwa cuaca bukan satu-satunya tersangka. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara bersama pakar dari UGM dan ITB menyoroti kerusakan ekologis yang parah di hulu DAS. Deforestasi, alih fungsi lahan, dan pembangunan yang tidak mengindahkan tata ruang membuat tanah kehilangan kemampuan menyerap air.

Akibatnya, air hujan langsung menjadi aliran permukaan (run-off) yang liar dan mematikan. Ditambah dengan karakteristik geologi Bukit Barisan yang berlereng curam, potensi longsor dan banjir bandang menjadi ancaman permanen yang kini terbukti memakan korban jiwa dalam jumlah masif.

Kini, dengan dana donasi mencapai Rp 10 miliar yang telah terkumpul, fokus utama para relawan dan influencer adalah menyalurkan bantuan logistik sesegera mungkin ke titik-titik yang belum terjangkau. Sementara itu, publik terus mendesak pemerintah untuk tidak hanya hadir dalam pemulihan, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terkait mitigasi bencana dan perbaikan lingkungan di masa depan.

Tag Banjir Sumatra Donasi Update Banjir Sumatra Ferry Irwandi