Otak Penculik Kacab BRI Muhammad Ilham Pradipta, Potret Rumah Mewah Dwi Hartono di San Francisco, Megah Banget!
Penangkapan Dwi Hartono alias DH bukan hanya mengejutkan publik karena ia diduga menjadi otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta.
Sorotan publik ikut tertuju pada gaya hidup mewahnya, terutama rumah megah yang ia miliki di kawasan elit Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor.
Rumah Dwi Hartono yang berada di Jalan San Fransisco Blok Q1 Nomor 9 ini menjadi simbol kemewahan sang pengusaha. Dari tampilan luar, hunian tersebut tampak bak istana modern. Berdiri dua lantai dengan cat putih elegan, dihiasi pilar-pilar tinggi yang menjulang, serta pagar megah berwarna emas yang menegaskan kesan eksklusif.
Baca Juga: Profil Dwi Hartono Diduga Dalang Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih Ilham Pradipta
Dari Google Street, kemewahan rumah ini terlihat mencolok dibanding hunian di sekitarnya.
Rumah mewah Dwi Hartono di Gunung Putri Bogor. [Google Street]Tak heran bila pria berusia 40 tahun itu dijuluki Crazy Rich Jambi. Kehidupannya seolah penuh prestise, mulai dari relasi dengan tokoh agama ternama seperti Habib Lutfi dan Ustaz Zacky Mirza, hingga kedekatannya dengan para pejabat, petinggi partai politik, bahkan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.
Selain dikenal sebagai pebisnis dengan berbagai perusahaan—seperti PT Hartono Mandiri Makmur dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI) yang menaungi platform pendidikan Guruku.com—Dwi juga memanfaatkan rumah mewahnya sebagai pusat aktivitas bisnis. Alamat kantornya bahkan sama dengan lokasi rumah tersebut, menandakan betapa pentingnya kediaman itu dalam membangun citra dan kekayaannya.
Baca Juga: Apa Andil Andreana Wulandari, Istri Dwi Hartono Dalam Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih?
Tak hanya di dunia bisnis, Dwi juga aktif sebagai YouTuber lewat kanal Klan Hartono yang memiliki lebih dari 169 ribu pengikut, berisi konten motivasi. Kehidupan serba gemerlap itu seolah kontras dengan fakta terbaru: dirinya kini mendekam di balik jeruji besi, setelah polisi mengungkap keterlibatannya dalam kasus penculikan dan pembunuhan.
Dalam perkembangan penyidikan, total 15 orang ditetapkan sebagai tersangka, terbagi dalam empat klaster peran, mulai dari aktor intelektual hingga eksekutor lapangan. Dan di tengah hiruk pikuk kasus ini, rumah mewah Dwi Hartono di Kota Wisata tetap berdiri gagah—menjadi saksi bisu jatuhnya seorang pengusaha yang dulu dielu-elukan sebagai "orang besar" Jambi.