Gosip

Fuji Buka-bukaan Soal Idap ADHD, Hilang Fokus hingga Efek Buruk Gula

16 Desember 2025 | 21:28 WIB
Fuji Buka-bukaan Soal Idap ADHD, Hilang Fokus hingga Efek Buruk Gula
Fuji Buka-bukaan Soal Idap ADHD [Sumber Instagram]

Selebgram Fujianti Utami Putri, atau yang akrab disapa Fuji, kembali muncul ke publik setelah sempat menarik diri dari sorotan media dan podcast.

rb-1

Dalam penampilannya di kanal YouTube Raditya Dika yang diunggah pada Senin (15/12/2025), Fuji membuat pengakuan mengejutkan mengenai kondisi kesehatan mentalnya.

Ia secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Baca Juga: Kagetnya Afgan Pernah Dilamar Fans Menter ke Rumah, Jawabannya Disorot

rb-2

Pengakuan ini bermula ketika Raditya Dika menanyakan alasan Fuji sempat vakum dari berbagai undangan wawancara.

Fuji menjelaskan bahwa selain menjaga kesehatan mental dari komentar negatif netizen, ia juga tengah berjuang mengontrol fokusnya yang kerap terganggu akibat kondisi tersebut. Menurut Fuji, gangguan ini membuatnya sering kali sulit berkonsentrasi dalam percakapan maupun pekerjaan.

Baca Juga: Menikmati Kuliner Unik di Le Petit Chef, Restoran Favorit Keluarga Raditya Dika

Dalam wawancara berdurasi hampir satu jam tersebut, Fuji menceritakan bahwa gejala ADHD yang ia alami sebenarnya sudah terlihat sejak kecil.

Ia kerap dimarahi oleh orang tuanya karena sering lupa menaruh barang dan terlihat tidak mendengarkan saat diajak bicara. Fuji bahkan menggunakan istilah "budek" untuk menggambarkan momen di mana ia sering kehilangan fokus saat berinteraksi.

Salah satu fakta menarik yang diungkap Fuji adalah pengaruh signifikan konsumsi gula terhadap kondisinya. Sebelumnya, adik ipar mendiang Vanessa Angel ini mengaku bisa mengonsumsi cokelat dalam jumlah besar, hingga 10 batang sehari, karena mengira hal itu akan memberikan energi tambahan.

Fuji [Sumber: Instagram]Fuji [Sumber: Instagram]

Namun, ia baru menyadari bahwa gula justru menjadi musuh utama bagi pengidap ADHD seperti dirinya.

"Dulu aku suka banget makan cokelat, bisa 10 batang sehari. Ternyata itu enggak bagus untuk ADHD aku," ujar Fuji.

Ia menjelaskan bahwa asupan gula berlebih membuatnya menjadi hiperaktif sesaat, namun kemudian berdampak buruk pada pola tidurnya.

Efek samping dari konsumsi gula ini membuat Fuji sering mengalami insomnia parah. Ia mengaku baru bisa tidur pada pukul 05.00 pagi karena energinya yang meledak-ledak di malam hari.

Kondisi ini diperburuk dengan jadwal kerjanya yang padat di pagi hari, sehingga waktu istirahatnya menjadi sangat minim, hanya sekitar dua hingga tiga jam sehari.

Dampak fisik dari pola hidup yang kacau akibat ADHD dan gula ini sangat dirasakan oleh tubuhnya. Fuji menggambarkan rasa sakit yang ia alami ketika bangun tidur setelah fase hiperaktif tersebut.

"Badan tuh rasanya kayak habis lari 10 kilometer besokannya, sakit semua," ungkapnya.

Selain masalah fisik, kondisi ADHD juga memengaruhi kinerja profesionalnya. Fuji mengaku sering kesulitan menghafal naskah pekerjaan. Fokusnya mudah teralihkan ke topik pembicaraan lain, sehingga menyulitkannya untuk tetap berada di jalur instruksi kerja yang diberikan.

Hal ini juga berdampak pada hobi dan kebiasaan kerjanya, seperti mengedit video. Fuji menceritakan bahwa ia sering kali merasa bosan di tengah proses pengeditan konten. Akibatnya, ia kerap meninggalkan pekerjaan tersebut dan baru melanjutkannya satu bulan kemudian karena lupa atau kehilangan minat.

Kesadaran Fuji akan kondisi mentalnya tidak datang secara instan. Awalnya, ia hanya menduga-duga berdasarkan informasi yang beredar di media sosial mengenai kesehatan mental.

Sempat mengira dirinya mengidap bipolar karena perubahan suasana hati yang ekstrem saat remaja, Fuji akhirnya memutuskan untuk mencari bantuan profesional.

Fuji [Sumber: Instagram]Fuji [Sumber: Instagram]

Perjalanannya mencari bantuan pun tidak mulus. Fuji mengaku sempat datang ke psikolog namun merasa tidak ada perubahan pada dua pertemuan awal.

Ia merasa sesi konseling tersebut sia-sia karena dirinya belum bisa terbuka sepenuhnya dan masih menahan emosi yang sebenarnya dirasakan.

Baru pada pertemuan ketiga, setelah melakukan serangkaian tes tertulis dan wawancara mendalam, diagnosis ADHD tersebut ditegakkan. Psikolog yang menanganinya menjelaskan bahwa gejala meledak-ledak dan sulit fokus yang dialami Fuji adalah tanda-tanda spesifik dari gangguan tersebut, bukan sekadar perubahan suasana hati biasa.

Dari sesi terapi itu pula, Fuji belajar untuk mengenali emosinya sendiri. Ia mengaku sebelumnya tidak tahu cara mengekspresikan rasa sedih, bahagia, atau kesepian dengan tepat. Sering kali, ia hanya menjawab "capek" ketika ditanya perasaannya, padahal emosi yang dirasakan jauh lebih kompleks dari sekadar kelelahan fisik.

Kini, Fuji berusaha mengelola kondisinya dengan lebih baik, termasuk mengurangi asupan gula secara drastis. Ia mulai membatasi konsumsi makanan manis dan mencoba menerima kondisinya tanpa harus menyalahkan diri sendiri. Dukungan dari manajemen baru dan teman-teman terdekatnya juga menjadi faktor penting dalam proses pemulihannya.

Sebagai informasi tambahan, Fuji mulai dikenal luas oleh publik pasca kecelakaan tragis yang menimpa kakaknya, Bibi Andriansyah, dan Vanessa Angel pada tahun 2021. Sejak saat itu, ia menjadi sosok sentral dalam mengasuh keponakannya, Gala Sky, sekaligus meniti karier sebagai konten kreator dan selebriti internet dengan jutaan pengikut.

Tag Fujianti Utami Putri ADHD Raditya Dika Kesehatan Mental Gala Sky Berita Artis Terbaru